Memuat Portofolio

Made Shinta
Wesiana Dewi, S.Pd.

PPG Calon Guru · Undiksha · 2026

PPG UNIVERSITAS GANESHA0%
0%
Logo KemendikbudLogo LPTK UndikshaLogo Tut Wuri HandayaniLogo Kampus Merdeka

Made Shinta
Wesiana Dewi, S.Pd.

E-Portofolio Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terbimbing.

2664803088
PGSD - 03
Kelompok 4
Kegiatan Mengajar
Shinta Wesiana
Aktivitas Kelas
Scroll
Profil Mahasiswa

Tentang Saya

Made Shinta Wesiana Dewi — Foto Profil

Made Shinta Wesiana Dewi, S.Pd.

PPG Calon Guru

Made Shinta Wesiana Dewi — Momen Wisuda

Momen Wisuda

Undiksha 2026

"

"Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan. Jadilah pembelajar seumur hidup untuk bisa selalu menerangi jalan bagi orang lain."

— Made Shinta Wesiana Dewi

Tentang Saya

Halo, nama saya Made Shinta Wesiana Dewi. Saya lahir dan tumbuh dalam keluarga sederhana yang selalu mengutamakan pentingnya sebuah pendidikan. Ayah saya adalah alm. I Wayan Artana dan ibu saya bernama Ni Wayan Kertu. Saya merupakan anak bungsu dari dua bersaudara dan memiliki seorang kakak perempuan bernama Ni Putu Arlita Ekayanti. Orang tua kami selalu mengajarkan nilai kedisiplinan serta kerja keras dalam menggapai cita-cita.

Saat ini saya sedang menempuh program Pendidikan Profesi Guru Calon Guru di Universitas Pendidikan Ganesha. Bersamaan dengan itu saya juga sedang menyelesaikan studi jenjang magister pada jurusan pendidikan dasar di kampus yang sama. Menjalani dua pendidikan sekaligus memberikan banyak pelajaran berharga tentang komitmen dan tanggung jawab.

Secara pribadi saya adalah orang yang sangat terbuka dengan berbagai kesempatan baru. Sejak masa kuliah sarjana saya aktif ikut dalam kegiatan organisasi kampus. Saya selalu senang mencoba tantangan di luar batas zona nyaman. Belajar hal baru adalah cara utama saya agar keterampilan diri terus bertambah setiap harinya.

Mengikuti program profesi guru ini merupakan langkah nyata saya untuk menjadi pendidik yang profesional. Saya ingin siap terjun mengabdi seutuhnya di dunia pendidikan. Harapan terbesar saya adalah semua ilmu dan pengalaman tersebut bisa bermanfaat untuk membimbing generasi masa depan.

Riwayat Pendidikan

12018 – 2021 Denpasar, Bali

SMA

SMA Negeri 7 Denpasar

22021 – 2025 Singaraja, Bali

S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Universitas Pendidikan Ganesha

32025 – Sekarang Singaraja, Bali

S2 Pendidikan Dasar

Universitas Pendidikan Ganesha

42026 – Sekarang Singaraja, Bali

Pendidikan Profesi Guru Calon Guru

Universitas Pendidikan Ganesha

Keunikan Daerah Asal

Gianyar · Tirta Empul · Pusat Seni Bali

🎨

Saya berasal dari Gianyar yang terkenal sebagai salah satu pusat seni paling besar di Bali. Daerah ini memiliki keindahan budaya yang kental dan sangat terjaga dengan baik sampai sekarang. Banyak seniman hebat lahir di Gianyar dengan karya luar biasa seperti lukisan dan patung ukiran.

🌿

Daerah Gianyar juga memiliki banyak tujuan wisata alam yang sangat indah. Salah satu tempat yang selalu ramai didatangi adalah permandian suci Tirta Empul. Keindahan alam dan kekayaan budaya inilah yang membuat Gianyar selalu terasa istimewa di hati saya.

🎭 Pusat Seni🏛️ Tirta Empul🌿 Wisata Alam🪘 Budaya Lokal
Keunikan Gianyar — Tirta Empul & Kebudayaan
📸 Budaya & Keindahan Alam Gianyar
Wisuda bersama Ibu — Inspirasi Menjadi Guru
📸 Momen Wisuda Bersama Ibu

Inspirasi Menjadi Guru Profesional

Inspirasi terbesar saya untuk menjadi guru profesional datang dari sosok ibu saya sendiri. Ibu adalah seorang pendidik yang mengajar di SLB C di kota Denpasar. Saya sering melihat langsung bagaimana ibu mendidik anak luar biasa tersebut setiap harinya.

Melihat perjuangan ibu membuat saya sadar betapa pentingnya peran seorang pendidik bagi masa depan anak didiknya. Ketulusan ibu itulah yang memotivasi saya untuk berani mengikuti jejak beliau mengabdi. Saya ingin menjadi pendidik yang sabar dan penuh kasih sayang serta bisa membawa hal positif bagi siswa saya nanti.

Tujuan Menjadi Seorang Guru

Selama menjalani masa Pendidikan Profesi Guru (PPG), tujuan untuk terjun ke dunia pendidikan menjadi semakin jelas. Terlihat nyata bahwa peran guru sangat besar dalam membentuk karakter generasi masa depan.

Tujuan utamanya adalah membangun suasana kelas yang aman, menyenangkan, dan berpihak pada kebutuhan anak didik. Lingkungan kelas yang nyaman akan membuat peserta didik selalu bersemangat untuk datang ke sekolah.

Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali

Kampus LPTK

Universitas Pendidikan Ganesha.

Undiksha adalah salah satu perguruan tinggi negeri yang berada di kota Singaraja Bali. Kampus ini menjadi tempat belajar yang sangat baik bagi para calon pendidik karena fokus utamanya pada bidang ilmu kependidikan. Lingkungan belajar di Undiksha sangat mendukung mahasiswa untuk terus berkembang setiap hari. Fasilitas yang tersedia juga sangat membantu kelancaran proses perkuliahan dan kegiatan praktik para mahasiswa.

Saya merasa sangat bangga bisa menempuh pendidikan di kampus ini sejak jenjang sarjana sampai saat ini mengikuti program Pendidikan Profesi Guru. Dosen dan staf pengajar di Undiksha sangat ramah dan selalu memberikan arahan yang bermanfaat bagi mahasiswa. Pengalaman belajar di sini memberikan bekal kuat bagi saya untuk terjun langsung menjadi guru. Suasana akademik yang terbangun selalu mendorong saya untuk berinovasi dalam memajukan dunia pendidikan.

🏅 LPTK Terakreditasi🎓 PPG Calon Guru📍 Singaraja, Bali
Sekolah PPL

SD Negeri 1 Kaliuntu.

👩‍🏫 Pamong: Ida Ayu Komang Nuh Resini, S.Pd. SD🎓 DPL: Prof.Dr. Kadek Suranata, S.Pd., M.Pd., Kons.

SD Negeri 1 Kaliuntu adalah tempat saya melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan bersama teman kelompok. Sekolah ini dipimpin oleh Ibu Wayan Eka Wira Sukmayanti selaku kepala sekolah. Lingkungan sekolah ini sangat bersih dan tertata rapi sehingga membuat semua siswa nyaman saat belajar di kelas. Para guru dan pegawai di sini juga sangat ramah serta selalu bekerja sama dengan baik setiap harinya.

Selama melaksanakan tugas di sekolah ini saya mendapat banyak bimbingan langsung dari guru pamong dan dosen pembimbing lapangan. Praktik mengajar di SD Negeri 1 Kaliuntu memberikan saya pengalaman berharga tentang cara menghadapi karakter siswa yang sangat beragam. Saya belajar banyak hal baru tentang cara mengelola kelas agar tetap menyenangkan bagi siswa. Pengalaman ini sangat berguna sebagai bekal utama saya nanti saat sudah menjadi guru secara penuh.

📚 3 Siklus PPL👧 Kelas V SD📍 Kaliuntu, Bali

SD Negeri 1 Kaliuntu, Buleleng, Bali

Foto Klinis PPL

Dokumentasi Kegiatan.

Klik foto untuk melihat ukuran penuh · Gunakan ← → untuk navigasi
Dokumen Praktek Klinis

Eksplorasi Artefak Siklus.

Setiap siklus memiliki artefak utama berupa RPM, Penilaian, Lampiran, dan Dokumentasi. Klik untuk menjelajah analisis mendalam.

1
Siklus 1

Materi Ciri-Ciri Bangun Datar Segitiga

Artefak ini merupakan kumpulan dokumen hasil pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan pada siklus pertama di SD Negeri 1 Kaliuntu. Dokumen ini dirancang untuk mata pelajaran Matematika di kelas lima dengan fokus materi membandingkan ciri-ciri bangun datar segitiga. Kumpulan artefak tersebut terdiri atas instrumen penilaian rancangan pembelajaran, lembar penilaian praktik mengajar, rubrik penilaian sikap dan keterampilan murid, serta hasil penyelesaian Lembar Kerja Peserta Didik. Seluruh berkas ini dikumpulkan untuk merekam tahapan belajar dari awal penyusunan rencana sampai pada tahap pengambilan nilai akhir.

RPMPenilaianLampiranDokumentasi
2
Siklus 2

Materi Pengumpulan Data dan Turus

Artefak ini merupakan kumpulan dokumen hasil pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan pada siklus kedua. Fokus materi kali ini adalah mata pelajaran Matematika kelas lima tentang cara mengumpulkan data dan menuliskan turus. Kumpulan berkas ini mencakup Rencana Pembelajaran Mendalam, Lembar Kerja Peserta Didik, instrumen penilaian rancangan dan praktik mengajar, rubrik penilaian sikap, serta hasil tes evaluasi murid. Seluruh kelengkapan ini disusun untuk merekam jejak langkah kegiatan belajar dari tahap persiapan hingga pengambilan nilai akhir.

RPMPenilaianLampiranDokumentasi
3
Siklus 3

Materi Membaca dan Menulis Bilangan Cacah Sampai 1.000.000

Kumpulan dokumen ini merupakan hasil pelaksanaan praktik mengajar pada siklus ketiga untuk mata pelajaran Matematika kelas lima dengan bahasan membaca dan menulis bilangan cacah sampai satu juta. Artefak ini terdiri atas rencana pembelajaran mendalam beserta lembar kerja siswa dan rubrik penilaian yang sangat lengkap. Terdapat juga hasil evaluasi lembar jawaban pilihan ganda murid dan instrumen penilaian guru pamong terhadap rancangan maupun praktik mengajar di dalam kelas. Seluruh berkas ini dikumpulkan sebagai rekam jejak kegiatan belajar mengajar dari tahap persiapan hingga pelaksanaan tes akhir.

RPMPenilaianLampiranDokumentasi
Kompetensi & Karakter

Model Guru yang Dituju.

Misi Profesional

Menjadi guru profesional yang berdedikasi tinggi dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif dan kreatif, serta mampu menjadi sosok inspiratif yang membimbing peserta didik untuk menggali potensi diri secara optimal demi mewujudkan generasi pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter kuat.

Kompetensi yang Ingin Dikembangkan

1

Menguasai berbagai metode mengajar yang kreatif agar setiap materi pelajaran dapat diterima dengan mudah oleh murid.

2

Mampu merancang media belajar berbasis teknologi yang mampu memicu rasa ingin tahu dan semangat belajar peserta didik.

3

Memiliki keterampilan dalam melakukan asesmen yang objektif untuk mengenali kebutuhan belajar setiap anak secara lebih mendalam.

4

Mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang santun dan efektif agar tercipta hubungan kerja sama yang harmonis dengan orang tua murid serta rekan sejawat.

5

Terus mengasah kemampuan refleksi diri guna memperbaiki kualitas pengajaran secara berkelanjutan berdasarkan hasil evaluasi di dalam kelas.

Karakter Guru yang Ingin Dibangun

1

Sabar dalam mendampingi setiap tahapan tumbuh kembang anak didik tanpa membeda-bedakan.

2

Ramah dan mudah didekati sehingga murid selalu merasa aman saat ingin bertanya atau sekadar bercerita di sekolah.

3

Disiplin dan bertanggung jawab penuh pada tugas agar bisa menjadi teladan yang nyata bagi peserta didik.

4

Memiliki semangat tinggi dan pantang menyerah untuk terus belajar hal baru seiring berkembangnya zaman.

5

Terbuka terhadap perubahan serta berani mencoba ide segar untuk menciptakan suasana kelas yang lebih hidup.

Refleksi Diri Berkelanjutan

Evaluasi & Tindak Lanjut.

📘

Pembelajaran Diri Sendiri dari Pelaksanaan PPL

Telaah mendalam terhadap efektivitas instruksional pada ketiga siklus PPL.

3 Siklus Terevaluasi

Pengalaman menjalankan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SD Negeri 1 Kaliuntu memberikan pemahaman mendalam bahwa peran seorang guru jauh melampaui sekadar menyampaikan materi di depan kelas. Selama tiga siklus pembelajaran, ditemukan bahwa kunci keberhasilan belajar terletak pada kesiapan guru dalam memahami karakteristik unik setiap anak. Proses ini menyadarkan bahwa kesabaran dan ketelitian dalam merancang media ajar yang konkret sangat menentukan seberapa cepat murid dapat menyerap konsep abstrak, seperti dalam materi bangun datar atau operasi bilangan cacah.

Selain itu, PPL ini menjadi ajang pengembangan diri yang sangat berharga untuk belajar menjadi pendidik yang adaptif. Setiap sesi praktik mengajar menuntut kemampuan untuk sigap menanggapi respon murid yang tidak selalu sesuai rencana. Pengalaman ini membentuk pola pikir baru bahwa kesalahan atau kendala di dalam kelas bukanlah sebuah kegagalan, melainkan ruang refleksi untuk terus memperbaiki skenario pembelajaran agar lebih berpihak pada kebutuhan murid di pertemuan berikutnya.

🧪

Pengalaman Menantang dan Solusi

Catatan lapangan, strategi adaptif, dan keputusan instruksional darurat nyata.

Solusi Terstruktur

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah mengelola perbedaan tingkat pemahaman murid di dalam satu ruang kelas. Saat materi yang diajarkan mulai kompleks, terlihat adanya kesenjangan hasil belajar yang cukup signifikan di antara peserta didik, di mana sebagian murid mampu memahami materi dengan cepat sementara yang lain masih membutuhkan bimbingan intensif. Kondisi ini menuntut kerja keras ekstra dalam mendampingi murid yang masih tertinggal agar mereka tetap merasa terlibat dan tidak kehilangan kepercayaan diri saat mengikuti proses belajar bersama teman-temannya.

Sebagai solusi, diterapkan teknik scaffolding atau pemberian bantuan bertahap yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Bagi murid yang mengalami kesulitan, pendampingan dilakukan dengan memberikan contoh konkret menggunakan alat peraga fisik sebelum mereka mengerjakan latihan mandiri. Langkah ini terbukti efektif dalam membangun pemahaman dasar yang lebih kuat, sekaligus memastikan bahwa setiap murid mendapatkan perhatian yang sepadan untuk tumbuh mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Umpan Balik

Apresiasi guru pamong, penilaian DPL, dan respon murid sebagai tolok ukur.

Multi-Sumber Feedback

Umpan balik yang diperoleh dari Guru Pamong, Ibu Ida Ayu Komang Nuh Resini, S.Pd. SD, menjadi kompas yang sangat membantu dalam meningkatkan kualitas mengajar. Catatan evaluasi yang diberikan selalu bersifat konstruktif, mulai dari perlunya merinci unsur Condition dan Degree dalam tujuan pembelajaran, hingga masukan penting untuk memperbanyak penggunaan media alat peraga nyata agar materi lebih membumi bagi murid. Arahan tersebut benar-benar membuka mata untuk selalu meninjau ulang setiap detail perangkat sebelum diaplikasikan di kelas.

Selain dari guru pamong, umpan balik dari murid melalui lembar refleksi juga memberikan gambaran jujur tentang apa yang mereka rasakan selama belajar. Melihat antusiasme mereka melalui gambar-gambar ekspresi senang di lembar refleksi menjadi dorongan semangat yang luar biasa. Masukan dari anak-anak tentang bagian mana yang menurut mereka mudah dan sulit memberikan petunjuk langsung tentang bagian mana yang perlu disederhanakan kembali, sehingga komunikasi dua arah ini menjadi dasar utama dalam menciptakan kelas yang lebih hidup dan inklusif.

"
Prinsip Pedagogis

Filosofi Mengajar.

Pendidikan sejatinya adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada diri anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Selama menjalani PPL, pemikiran ini menjadi pedoman utama dalam melihat setiap murid sebagai individu unik yang membawa potensi masing-masing. Guru berperan sebagai pamong yang memberikan arahan agar anak-anak tidak kehilangan arah dalam mengembangkan bakat alaminya. Pendekatan ini terwujud nyata saat membantu murid yang kesulitan belajar melalui bimbingan sabar dan pemberian media konkret sesuai kebutuhan mereka.

Semboyan Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani menjadi landasan dalam bertindak di dalam kelas. Guru harus hadir sebagai teladan yang baik saat mencontohkan cara kerja alat peraga atau prosedur pengerjaan soal. Kehadiran di tengah kelompok murid saat mereka berdiskusi memberikan semangat serta motivasi tambahan untuk tetap aktif berpikir. Dukungan juga diberikan dari belakang saat melihat mereka mulai mampu menyelesaikan tugas secara mandiri dengan penuh percaya diri setelah melalui serangkaian bantuan bertahap.

Menghamba pada anak berarti menempatkan kepentingan murid sebagai prioritas utama dalam setiap rancangan pembelajaran. Segala bentuk inovasi media belajar maupun pemilihan metode diskusi disusun untuk memastikan setiap anak merasa dihargai dan diakui keberadaannya. Tujuan akhir dari pendidikan ini adalah membentuk generasi cerdas yang memiliki budi pekerti luhur dan siap menghadapi tantangan zaman. Dedikasi ini dilakukan dengan tulus demi melihat anak didik tumbuh menjadi sosok yang berani menemukan versi terhebat dalam diri mereka sendiri.